Program ini khusus untuk anak-anak komplek perumahan The Green BSD.
Hadirilah Kajian MT Azzahra dengan topik “Keutamaan Anak yang Sholeh di Mata Allah”.
Pada Ahad, 2 Desember 2018. Mulai pukul 09:30-11:00 Di Masjid Baitussalam The Green BSD.

Program ini khusus untuk anak-anak komplek perumahan The Green BSD.
Hadirilah Kajian MT Azzahra dengan topik “Keutamaan Anak yang Sholeh di Mata Allah”.
Pada Ahad, 2 Desember 2018. Mulai pukul 09:30-11:00 Di Masjid Baitussalam The Green BSD.

Kajian Umum Sabtu Shubuh Masjid Baitussalam The Green, BSD City pada 24 November 2018 yang lalu membahas tentang Musafir, yang dibawakan oleh Ust. Dr. H. Yusuf Shiddiq, Lc. MA. Berikut ini cuplikan ulasan dalam Kajian Umum tersebut.
Orang yang melakukan perjalanan jauh berhak mendapatkan keringanan. Perjalanan jauh syaratnya adalah, yang pertama minimal perjalanan 80 KM; kedua, bukan perjalanan maksiat; ketiga, sudah berada di luar kota atau sudah tidak menemukan pemukiman penduduk pada zaman dahulu, tetapi pada masa sekarang jika sudah berada di luar kota atau luar provinsi. Apa saja keringanan bagi seorang musafir?
Keringanan pertama, musafir boleh melakukan tayamum jika tidak menemukan air. Alat tayamum adalah, menurut mazhab Hanafi semua yang ada di atas muka bumi, menurut mazhab Maliki adalah batu, menurut mazhab Syafi’i dan Hambali adalah debu.
Keringanan kedua, jika berwudhu dengan air boleh mengusap sepatu, dengan syarat: yang pertama, sebelum memakai sepatu sudah berwudhu secara sempurna dan sudah membasuh kaki; kedua, sepatunya menutupi kaki yang harusnya dibasuh; ketiga, telah memakai sepatu maksimal tiga hari tiga malam, jika lebih dari itu, maka harus dibuka sepatunya dan berwudhu seperti biasa; yang keempat, sepatunya dipakai saat shalat
Keringanan yang ketiga, boleh melakukan shalat di atas kendaraan sambil duduk jika tidak memungkinkan untuk berdiri. Untuk ruku’ cukup direndahkan badannya, lalu sujudnya lebih rendah lagi. Pada saat shalat di atas kendaraan, kita boleh berjamaah dengan orang di samping kita, karena jika memungkinkan maka berjamaah lebih baik.
Keringanan yang keempat, shalatnya tidak harus menghadap ke kiblat jika tidak memungkinkan untuk melaksanakan shalat yang menghadap ke kiblat.
Keringanan yang kelima, kita boleh menjamak shalat, menggabungkan Dzuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya’.
Keringanan yang keenam, kita boleh melakukan Qashar atau meringkas shalat, yang 4 rakaat menjadi 2, seperti Dzuhur, Ashar, dan Isya’. Maghrib tidak bisa diqashar karena 3 rakaat sudah tidak bisa dibagi dua, dan Shubuh juga tidak bisa karena 2 rakaat sudah minimal.
Keringanan yang ketujuh adalah tidak memiliki kewajiban untuk melaksanakan shalat Jum’at. Jika mau melaksanakan shalat Jum’at, maka lebih baik dengan niat wajib juga.
Keringanan kedelapan adalah tidak berkewajiban untuk shalat berjamaah, karena orang yang dalam perjalanan jauh lebih sulit melakukan shalat berjamaah. Tetapi, jika bisa shalat berjamaah maka lebih baik.
Keringanan kesembilan, musafir tidak memiliki kewajiban untuk berpuasa. Jika kita mampu melaksanakan ibadah puasa, maka itu lebih baik. Jika merasa berat, maka lebih baik dibatalkan puasanya.
Keringanan terakhir, terkait seseorang yang memiliki lebih dari satu istri. Walaupun ada kewajiban untuk berlaku adil pada setiap istri, tetapi dalam perjalanan jauh hanya diperbolehkan membawa satu istri saja. Istri yang dipilih untuk melakukan perjalanan dapat ditentukan sesuai kesepakatan siapa yang berangkat lebih dulu.
Untuk meningkatkan iman dan taqwa para jamaah kepada Allah SWT, kami Masjid Baitussalam The Green, BSD City, Tangerang Selatan menyelenggarakan serangkaian kegiatan dan kajian rutin. Berikut informasi terkait kajian dalam pekan ini.
Kajian Umum Ummahat yang diselenggarakan oleh Majlis Ta’lim Az-Zahra pekan ini membahas Kajian Kitab Riyadhush Shalihin. Kajian ini akan diadakan pada hari Rabu, 28 November 2018, Pkl. 10.00 – 11.30 WIB di Masjid Baitussalam The Green, BSD City. Insya Allah kajian ini akan dibawakan oleh Ust. Ikhsan Hakim. Untuk info lebih lanjut, silakan hubungi Ibu Leni: 0811 1121 199.

Masjid Baitussalam The Green BSD City mengadakan serangkaian Kajian dan Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin untuk membekali keimanan dan ketaqwaan para jamaah kepada Allah SWT.
TABLIGH AKBAR Masjid Baitussalam The Green BSD City dibawakan oleh Ust. Adi Hidayat, Lc. MA.
Beliau menyampaikan tema tentang Bekal Nabi Bagi Para Penuntut Ilmu. Tabligh Akbar telah dilaksanakan pada hari Selasa, Tgl 20 November 2018, Pkl. 13.00 – 14.30.

Kajian Umum Sabtu Shubuh Masjid Baitussalam The Green, BSD City pada 17 November 2018 yang lalu membahas tentang Kitab Minahussaniyyah, yang dibawakan oleh Ust. Dr. H. Ahmad Shodiq, MA. Berikut ini kesimpulan dalam Kajian Umum tersebut.
Rasulullah Muhammad memilihi kehebatan yang luar biasa. Yang pertama, Rasulullah sangat perkasa dalam menghindarkan kesulitan dan menghilangkan kesulitan-kesulitan umat Islam. Ada satu permintaan Rasulullah yang tidak dikabulkan Allah agar umat Islam tidak mengalami kesulitan, yaitu Rasulullah meminta agar umat Islam tidak pecah. Allah tidak mengabulkannya, sehingga kita bisa melihat saat ini umat Islam terpecah. Tetapi, Rasulullah memohon pada Allah untuk tetap melindungi umat Islam.
Kelebihan Rasulullah yang kedua adalah Beliau memiliki keimanan yang sangat tinggi pada Allah. Oleh karena itu, Rasulullah sangat ingin kita juga mempunyai keimanan pada Allah.
Kelebihan Rasulullah yang ketiga adalah Ra’uf (penyantun). Dan, kelebihan Rasulullah yang keempat adalah Rahim (penyayang) yang khususnya kepada umat Islam. Rasulullah mempunyai syafa’at yang diberikan pada umat Islam nanti di akhirat. Bentuk syafa’at itu bermacam-macam. Jika seseorang sudah sangat alim, ia tidak mungkin masuk neraka, karena ia mendapatkan syafa’at dari Rasulullah.
Rasulullah mengatakan, bahwa yang akan masuk surga mendapat bighairi hisab itu jumlahnya sepertiga dari umat Islam. Ada banyak pintu untuk mendapatkan bighairi hisab. Ada yang karena jihad melawan kebathilan, ada juga karena istiqomah sholat malam, serta seseorang yang ahli dzikir bisa mendapatkan bighairi hisab. Selanjutnya, sepertiga lagi dari umat Islam tidak akan tersentuh api neraka, sehingga masih bisa lolos.
Tetapi, yang harus mencicipi api neraka adalah sepertiga terakhir dari umat Islam. Hal tersebut terjadi karena manusia jatuh ke dalam dosa besar. Oleh karena itu, berhati-hati lah dan jangan meremehkan dosa-dosa, seperti menelantarkan anak-istri, melawan suami, atau bahkan melawan orang tua.
Orang yang masuk neraka, dengan syafa’at Rasulullah akan mendapatkan keringanan dalam hukumannya. Semestinya ia berada di neraka paling bawah, tetapi Rasulullah mengangkatnya. Yang dihukum di neraka dalam waktu yang lama, menjadi lebih ringan lagi karena syafa’at Rasulullah.
Tetapi, umat Islam yang tidak bisa dilihat lagi bentuknya karena telah menjadi arangnya neraka, adalah yang paling terakhir mendapatkan syafa’at Rasulullah. Misalnya, orang Islam yang hanya identitas saja, tapi tidak pernah sholat, malahan maksiat terus dilakukan. Orang yang seperti itu bisa saja menjadi arangnya neraka terlebih dulu. Jadi, jangan pernah menyepelekan dan merasa aman karena nantinya akan tetap diberi syafa’at Rasulullah.
Mudah-mudahan, syafa’at Rasulullah ini dapat kita rasakan tidak hanya di akhirat, tetapi juga selama kita hidup di dunia ini. Amin.